Tentang Pasar Bunder

Pasar Bunder adalah pasar hasil bumi terbesar di Kabupaten Sragen Jawa Tengah. Pasar Bunder dikelola oleh Dinas Perdagangan dan Perpajakan Daerah (DP2D) Kab. Sragen. Pasar Bunder terletak cukup dekat dengan pusat Kota Sragen. Kantor Pengelola Pasar Bunder berada di Jl. Diponegoro dengan batas pasar sebelah utara adalah rel kereta api. Sebelah utara rel masuk wilayah Pasar Kota sedangkan sebelah selatan rel masuk wilayah Pasar Bunder. Sebelah barat dibatasi oleh Jl. A. Yani / PG. Mojo. Sebelah selatan Jl. R.A. Kartini sedangkan sebelah timur dibatasi oleh Jalan Gajah Mada. Nama Pasar Bunder konon berasal dari sejarah pasar itu sendiri yang dulunya adalah sebuah lapangan yang berbentuk bundar, bundar dalam bahasa jawa adalah bunder sehingga sampai sekarang bekas lapangan yang kini berubah menjadi pasar itu lebih terkenal dengan nama Pasar Bunder.

Aktifitas perdagangan di Pasar Bunder berlangsung 24 jam per hari dengan komoditas utama yang diperjual-belikan adalah kebutuhan pokok masyarakat seperti sayur mayur, hasil bumi, kebutuhan rumah tangga, daging dan ikan segar, pakaian dan lain sebagainya.

Pasar Bunder berdiri di atas lahan seluas 17.995 m2, jumlah Kios sekitar 455 unit dan jumlah Los 45 unit. Dari 45 unit Los tadi kemudian masih dibagi lagi menjadi beberapa petak. Jumlah pedagang di Pasar Bunder mencapai sekitar 2.369 pedagang.

Revitalisasi Pasar Bunder dimulai pada tahun 2006. Sebelum diperbaiki kondisi Pasar Bunder cukup memprihatinkan karena terkesan kumuh, semrawut, kotor dan bau tidak sedap. Anggaran untuk revitalisasi Pasar Bunder berasal dari APBN, APBD Provinsi dan APBD Kabupaten. Total anggaran yang dibutuhkan untuk merevitalisasi Pasar Bunder sekitar Rp. 17 M.

Tahun 2009 juga telah diselesaikan pembangunan Los Hanggar Khusus Daging/Ikan Segar dan usaha selep daging dan kelapa. Los ini dibangun terpisah dari bangunan pasar utama dengan luas bangunan sekitar 1.560 m2. Los Khusus ini nanti dapat menampung 45 pengusaha selep dan 146 pedagang daging dan ikan segar.

Pada 10 April 2008 Pemkab Sragen bekerjasama dengan Yayasan Danamon Peduli berusaha mewujudkan pasar tradisional yang bersih dan sehat melalui pengolahan sampah organik yang berasal dari Pasar Bunder menjadi pupuk organik.

Pada akhir tahun 2008 Kementrian Kesehatan RI membuat percontohan Pasar Sehat di 10 pasar yang berasal dari 10 Kabupaten/Kota se Indonesia. Salah satu pasar tradisional yang ditunjuk untuk menjadi pilot project Pasar Sehat dari Kementrian Kesehatan RI adalah Pasar Bunder Sragen.

Tak ada gading yang tak retak, seperti Pasar Bunder juga masih mempunyai banyak kekurangan. Ibarat buah durian yang elok di dalam namun kondisi luarnya tidak begitu enak dipandang, kondisi bangunan bagian dalam Pasar Bunder juga sudah cukup representative dengan sarana dan prasarana yang cukup mendukung bagi pedagang untuk berjualan. Namun bila kita melihat kondisi luar Pasar Bunder masih kurang layak karena kebanyakan masih merupakan bangunan lama belum ada pembangunan kembali. Rencana dari Pemkab Sragen untuk pengembangan ke depan adalah membangun kios keliling sejumlah 274 unit dengan mengupayakan bantuan dari APBN dan partisipasi dari pedagang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s